MAKASSAR -- Sebanyak 36 atlet dari tiga negara membatalkan keikutsertaannya pada Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulutangkis yang akan digelar di GOR Sungguminasa Gowa (17-22/10). Pembatalan para atlet tersebut buntut kekhawatiran para atlet pasca terjadinya bom di Solo beberapa waktu lalu.
Ketiga negara yang sebelumnya telah mendaftarkan atletnya adalah Korea Selatan, Singapura dan Malaysia. Padahal sebelumnya para peserta tersebut telah melakukan pendaftaran jauh hari sebelum terjadinya peristiwa pemboman di Solo.
“Kami sudah punya nama-nama atlet dari luar negeri yang akan ikut sirnas di Makassar ini. Namun, ternyata tiga hari pasca bom Solo para atlet ini membatalkan keikutsertaan dengan alasan yang sama yakni keamanan,“ kata Ketua Panitia Sirnas Haruna Hamid.
Menurut Haruna, pihak panitia telah berupaya menjelaskan kepada pemilik klub yang menaungi para peserta. Namun, para orang tua atlet tak memberikan izin karena khawatir dengan kondisi keamanan akibat aksi bom bunuh diri di gereja Solo. “Kami sudah upayakan memberi penjelasan, Solo dan Makassar itu beda. Tapi orang tua para atlet mengatakan tak mau mengambil risiko dan menurutnya Indonesia tak aman saat ini,“ jelas Haruna.
Haruna mengatakan, panitia sebelumnya telah melakukan upaya maksimal untuk mendatangkan peserta dari luar negeri. Namun, menurutnya, pihak panitia tak bisa berbuat banyak dengan pembatalan klub-klub dari tiga negara tersebut. “Mungkin Sirnas kali ini saja yang tak diramaikan peserta dari luar negeri. Sebelumnya pada Sirnas 2009 lalu, panitia menghadirkan beberapa klub dari Amerika dan Malaysia,” kata Haruna.
Sampai kemarin, jumlah atlet yang sudah mendaftar untuk kejuaraan ini telah mencapai 700 orang. Para atlet tersebut berasal dari sekitar 50 klub yang ada di Indonesia. Tahun ini dipastikan tak ada peserta dari luar negeri yang akan ikut. “Target kami memang maksimal 700 peserta, sampai tadi malam sudag ada 610 peserta dan hari ini kembali ada tambahan, jadi sudah kurang lebih 700 peserta,“ kata Haruna.
Haruna menjelaskan, dipastikan semua klub besar di Indonesia akan terlibat dalam kejuaraan antar klub ini. Semua atlet unggulan nasional juga akan turun memperkuat klub mereka masing-masing. “Semua atlet terbaik nasional dan klub-klub besar dipastikan akan ikut di event ini. Masih ada beberapa klub yang masih meminta waktu untuk mendaftarkan para atletnya,“ kata Haruna.
Sampai saat ini pantia telah merampungkan persiapan sampai 75%. Menurut Haruna, panitia tetap akan menggunakan GOR Sungguminasa sebagai tempat pelaksanaan. Namun, panitia akan melakukan beberapa perbaikan dan renovasi interior dari GOR tersebut.
“Kami sebelumnya juga menyiapkan GOR Sudiang jika jumlah peserta mencapai 1000 orang. Namun, kami sudah menargetkan hanya akan menerima sampai 700 peserta saja, sehingga hanya akan dilakukan pembenahan pada GOR Sungguminasa seperti melengkapi dengan AC,” katanya.
Makassar sebelumnya telah dua kali menjadi tuan rumah Sirnas yakni pada tahun 2007 dan 2009 lalu. Pada Sirnas 2009 panitia mampu menghadirkan peserta sampai 1000 orang. Haruna mengatakan, pihak panitia tahun ini lebih focus pada kualitas para atlet yang akan mengikuti Sirnas di Makassar.
Sirnas 2011 sendiri diselenggarakan di sembilan tempat dengan sistem road show, yakni Jakarta (regional I), Bandung (regional II), Tegal (regional III), Surabaya (regional IV), Bengkulu (regional V), Pangkal Pinang (regional VI), Balikpapan (regional VII), Bali (regional VIII) serta Makassar (regional IX).
Djarum Sirkuit Nasional Tiga Negara Batal Ikut
Kamis, 13 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar