Djarum Sirkuit Nasional Tiga Negara Batal Ikut

Kamis, 13 Oktober 2011 | 0 komentar

MAKASSAR -- Sebanyak 36 atlet dari tiga negara membatalkan keikutsertaannya pada Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulutangkis yang akan digelar di GOR Sungguminasa Gowa (17-22/10). Pembatalan para atlet tersebut buntut kekhawatiran para atlet pasca terjadinya bom di Solo beberapa waktu lalu.

Ketiga negara yang sebelumnya telah mendaftarkan atletnya adalah Korea Selatan, Singapura dan Malaysia. Padahal sebelumnya para peserta tersebut telah melakukan pendaftaran jauh hari sebelum terjadinya peristiwa pemboman di Solo.

“Kami sudah punya nama-nama atlet dari luar negeri yang akan ikut sirnas di Makassar ini. Namun, ternyata tiga hari pasca bom Solo para atlet ini membatalkan keikutsertaan dengan alasan yang sama yakni keamanan,“ kata Ketua Panitia Sirnas Haruna Hamid.

Menurut Haruna, pihak panitia telah berupaya menjelaskan kepada pemilik klub yang menaungi para peserta. Namun, para orang tua atlet tak memberikan izin karena khawatir dengan kondisi keamanan akibat aksi bom bunuh diri di gereja Solo. “Kami sudah upayakan memberi penjelasan, Solo dan Makassar itu beda. Tapi orang tua para atlet mengatakan tak mau mengambil risiko dan menurutnya Indonesia tak aman saat ini,“ jelas Haruna.

Haruna mengatakan, panitia sebelumnya telah melakukan upaya maksimal untuk mendatangkan peserta dari luar negeri. Namun, menurutnya, pihak panitia tak bisa berbuat banyak dengan pembatalan klub-klub dari tiga negara tersebut. “Mungkin Sirnas kali ini saja yang tak diramaikan peserta dari luar negeri. Sebelumnya pada Sirnas 2009 lalu, panitia menghadirkan beberapa klub dari Amerika dan Malaysia,” kata Haruna.

Sampai kemarin, jumlah atlet yang sudah mendaftar untuk kejuaraan ini telah mencapai 700 orang. Para atlet tersebut berasal dari sekitar 50 klub yang ada di Indonesia. Tahun ini dipastikan tak ada peserta dari luar negeri yang akan ikut. “Target kami memang maksimal 700 peserta, sampai tadi malam sudag ada 610 peserta dan hari ini kembali ada tambahan, jadi sudah kurang lebih 700 peserta,“ kata Haruna.

Haruna menjelaskan, dipastikan semua klub besar di Indonesia akan terlibat dalam kejuaraan antar klub ini. Semua atlet unggulan nasional juga akan turun memperkuat klub mereka masing-masing. “Semua atlet terbaik nasional dan klub-klub besar dipastikan akan ikut di event ini. Masih ada beberapa klub yang masih meminta waktu untuk mendaftarkan para atletnya,“ kata Haruna.

Sampai saat ini pantia telah merampungkan persiapan sampai 75%. Menurut Haruna, panitia tetap akan menggunakan GOR Sungguminasa sebagai tempat pelaksanaan. Namun, panitia akan melakukan beberapa perbaikan dan renovasi interior dari GOR tersebut.

“Kami sebelumnya juga menyiapkan GOR Sudiang jika jumlah peserta mencapai 1000 orang. Namun, kami sudah menargetkan hanya akan menerima sampai 700 peserta saja, sehingga hanya akan dilakukan pembenahan pada GOR Sungguminasa seperti melengkapi dengan AC,” katanya.

Makassar sebelumnya telah dua kali menjadi tuan rumah Sirnas yakni pada tahun 2007 dan 2009 lalu. Pada Sirnas 2009 panitia mampu menghadirkan peserta sampai 1000 orang. Haruna mengatakan, pihak panitia tahun ini lebih focus pada kualitas para atlet yang akan mengikuti Sirnas di Makassar.

Sirnas 2011 sendiri diselenggarakan di sembilan tempat dengan sistem road show, yakni Jakarta (regional I), Bandung (regional II), Tegal (regional III), Surabaya (regional IV), Bengkulu (regional V), Pangkal Pinang (regional VI), Balikpapan (regional VII), Bali (regional VIII) serta Makassar (regional IX).

Shanghai Masters Roddick & Murray Belum Terhadang

| 0 komentar

SHANGHAI - Andy Murray dan Andy Roddick berhasil melaju ke babak 8 besar. Pada pertandingan hari ini, Murray dan Roddick memastikan lolos setelah mengalahkan lawan-lawannya.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Shanghai, China, Kamis (13/10/2011) sore, Murray berhasil lolos setelah menyudahi perlawanan Stanislas Wawrinka. Lewat pertarungan tiga set, Murray menang dengan skor 6-4 3-6 6-3.

Saat ini performa Murray memang sedang menanjak. Petenis kelahiran Skotlandia itu sedang mencari gelar ketiga secara beruntun, setelah berhasil menjadi juara di turnamen Thailand dan Japan Open, pekan kemarin.

Pada babak perempatfinal, Murray akan menghadapi pemenang antara Gilles Simon, yang berhadapan dengan Matthew Ebdon pada babak 16 besar. Hingga berita ini diturunkan, pertandingan keduanya masih berlangsung.

Sementara itu, Roddick sudah lebih dulu berhasil melangkah ke babak 8 besar turnamen Shanghai Master. Langkah ini pastikan petenis asal Amerika Serikat, setelah menyingkirkan Nicolas Almagro lewat dua set langsung 6-3 6-4.

Di pertandingan lainnya, petenis unggulan ketiga David Ferrer juga berhasil lolos ke babak selanjutnya. Petenis asal Spanyol itu memastikan satu tiket, setelah mengalahkan rekan senegaranya Juan Carlos Ferrero 1-6 7-5 6-2.

Juve Bukan Favorit Juara

Senin, 03 Oktober 2011 | 0 komentar

TURIN – Bek Juventus Andrea Barzagli tidak mau terlalu antusias menyambut kemenangan atas AC Milan. Baru menjalani lima pertandingan, Barzagli menganggap Bianconeri masih jaduh dari Scudetto.

Bianconeri saat ini ada di puncak klasemen sementara Serie A usai membekuk Rossoneri 2-1, Senin (3/11/2011) dini hari WIB. Sejauh ini klub besutan Antonio Conte tampil konsisten dan dianggap berpeluang menggondol Scudetto ke stadion anyar, Juventus Stadium.

“Kemenangan atas Milan sangat penting, tapi saya masih menganggap Milan dan Inter, bersama Napoli dan Roma, akan menjadi protagonis musim ini,” tegasnya.

“Kami juga ada di sana (perburuan Scudetto), tapi kami harus berjuang mendapatkannya,” kata Barzagli, yang baru-baru ini kembali masuk skuad Timnas Italia.

“Kami melakukannya dengan baik, tapi tim masih dibangun dan terlalu jauh mengatakan kami favorit Scudetto,” lanjut Barzagli, dikutip Football-Italia, Selasa (4/10).

Barzagli tak lupa memuji kehadiran Conte yang mampu mengembalikan Bianconeri pada kemampuan terbaik. “Conte memiliki kharisma. Dia mengirim mentalitasnya kepada kami dan semangatnya,” tutup Barzagli.

Hayom Senang, Tommy Mengaku Kelelahan

| 0 komentar

SAMARINDA – Dionysius Hayom Rumbaka berhak atas podium utama di nomor tunggal putra ajang Bank Kaltim Indonesia Open Grand Prix Gold 2011. Kepastian ini didapat setelah mereka berhasil mengalahkan rekan komptaritonya, Tommy Sugiarto dua set langsung 21-16, 21-17.

Buat Hayom kemenangan ini merupakan progress maju buatnya setelah di musim lalu, Hayom berhasil meraih podium dua dalam kejuaraan domestik ini.“Saya senang bisa menjadi juara, karena tahun lalu saya hanya menjadi runner-up. Di lapangan tadi, saya hanya mencoba agar permainan saya lepas,” kata Hayom dikutip situs resmi PBSI, Senin (3/10/2011).

Di kubu lawan, Tommy mengakui kekalahan yang didapatnya kali ini tidak lepas dari staminanya yang menurun selepas mengikuti kejuaraan Jepang Open beberapa waktu lalu. Tommy mengakui, klimaks performanya saat berhasil mengalahkan Taufik.

“Saya ucapkan selamat kepada Hayom, dia bermain bagus hari ini. Sementara saya tidak berada dalam performa terbaik saya, karena saya sedang sakit sekembali dari Jepang. Di lapangan, saya tidak bisa mengendalikan kondisi badan saya. Puncak permainan terbaik saya adalah saat mengalahkan Taufik,” tutur Tommy.

Kilas balik ke belakang, pada tahun lalu Tommy berhasil menaklukkan Hayom pada kejuaraan yang sama pada tahun lalu, lewat pertarungan sengit tiga game. Namun kali ini, Hayom berhasil meraih juara setelah tampil atraktif dan efisien dalam pertandingan yang digelar di GOR Bulutangkis Palaran, Samarinda. (edo)

Sinyal Menyerah Lorenzo

| 0 komentar

MOTEGI - Jorge Lorenzo nampaknya mulai kehilangan kepercayaan diri dalam upayanya mempertahankan mahkota juara MotoGP. Selisih poin yang cukup besar membuat pembalap Yamaha Racing ini pesimistis bisa bersaing dengan Casey Stoner.

Hal ini dilontarkan Lorenzo usai balapan di Motegi, Jepang, Minggu (2/10/2011). Dalam balapan tersebut, Lorenzo sebenarnya sukses mencatatkan hasil yang lebih baik dari rivalnya, Stoner. Pembalap Spanyol ini sukses menempati podium dua, di belakang Dani Pedrosa, namun masih unggul dari Stoner yang harus puas berada di podium tiga, setelah sebelumnya tergelincir ke gravel.

Namun, meski meraih poin yang lebih baik dari Stoner, Lorenzo masih tertinggal cukup jauh dari pembalap Repsol Honda asal Australia tersebut. Lorenzo yang mengoleksi 260 poin, terpaut 40 angka dari Stoner di tiga balapan tersisa.

Dengan maksimal 75 poin yang masih tersedia, secara matematis Lorenzo masih punya peluang untuk bisa menjaga asal mempertahankan mahkota juara yang diraihnya musim lalu. Namun, Lorenzo justru pesmistis akan peluangnya. Konsistensi Stoner yang sepanjang musim ini tidak pernah absen naik podium (hanya sekali ketika kecelakaan di Jerez), menjadi faktor utama.

“Untuk bisa juara musim ini hampir mustahil. Sekalipun ada, kemungkinan itu sangat kecil,” tutur Lorenzo sebagaimana dikutip Sportal.co.in, Senin (3/10/2011).

Kini, Lorenzo hanya berharap pada keajaiban untuk bisa membuatnya mempertahankan gelar juara. Pembalap yang musim lalu tampil impresif ini hanya bisa berharap Stoner gagal mendulang poin di tiga seri berikutnya, sementara didinya sukses meraih podium pertama. Dengan demikian, Lorenzo bisa mempertahankan gelar juara yang diraihnya musim lalu. (acf)

Lalui Final Sengit, Djokovic Taklukkan US Open

Minggu, 02 Oktober 2011 | 0 komentar

NEW YORK – Lewati pertarungan ulet melawan Rafael Nadal, Novak Djokovic sukses menyabet gelar US Open tahun ini. Final yang memakan waktu lebih dari dua jam tersebut, akhirnya dapat ditaklukkan Djokovic dengan kemenangan 6-2, 6-4, 6-7 (4-6) dan 6-1.

Ya, Rafael Nadal lagi-lagi gagal menghentikan langkah Djokovic yang kian tak terbendung di sejumlah ajang tahun ini. Padahal Nadal sempat bangkit, namun di set keempat performa petenis Spanyol tersebut menurun.

Laga final pagi ini, berjalan sangat menarik. Segenap penonton yang memadati USTA Billie Jean King National Tennis Center, tak henti-hentinya bersorak-sorai saat kedua petenis terbaik dunia ini menghasilkan poin demi poin.

Djokovic yang tak kesulitan memenangkan set pertama dengan poin 6-2, mulai merasakan agresivitas Nadal di set kedua. Namun Djokovic tetap dapat mengamankan set keduanya dengan mengakhirinya di angka 6-4.

Duel di antara dua seteru ini kian mencapai klimaks. Di set ketiga, Djokovic sempat mendapat kesempatan untuk menutup pertandingan final lebih cepat. Namun Nadal yang menolak menyerah, memberi perlawanan terbaiknya saat keduanya mencapai angka sama, 6-6. Setelah melalui 10 tie break, akhirnya Nadal mampu menjaga kansnya dengan mengakhiri set ketiga untuk kemenangannya 7-6.

Tampil habis-habisan di set ketiga, Nadal stamina dan konsentrasi Nadal mulai terlihat merosot. Keadaan tersebut, dimanfaatkan Djokovic untuk menekan batas kemampuannya untuk menutup final lebih cepat dengan hanya ‘mengizinkan’ Nadal memenangkan 1 game, enam game sisa sukses dimiliki Djokovic untuk menggenggam gelar grand slam ketiganya tahun ini.
 
© Copyright 2010-2011 Sport Idola All Rights Reserved.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.